Label

acara ada-ada saja ahlu tawhid akhir zaman akhirat akhlaq aktivitas al-qur'an alat amal an-naba anak aneh aplikasi aqidah artikel ayat bahasa arab bantu belajar belanja bencana alam berita bid'ah binatang bisnis blog blogging buku cuaca dakwah desain dholim diskusi doa dokumen domain dosa dzikir ekonomi faedah fasilitas umum fatwa firqoh fitnah forum foto galeri game gif gratis grup hadiah hadits hari raya harian hati hobi hp hukum ibadah ilmu iman infografik internet istirahat jajan jalan-jalan jihad jualan jurnal kabar gembira kajian kalam ulama kangen karyawan keamanan kebaikan kebersihan kebijakan kecelakaan kegiatan keluarga kenangan kendaraan kerja kesalahan kesehatan kitab komputer kondisi kreatif kuliner lalu lintas langka libur link lokasi loker lucu lupa mahal makanan mandiri map masalah masjid masyarakat media menikah minuman mujahidin munafiq murji'ah muslimah musuh muwahhid nasyid ngopi nikita nikmat obat orang orang tua oto1 paket panik pedagang pembeli pemerintah penampilan pendidikan pengeluaran pengumuman penting penyakit penyesalan perbedaan pergi peristiwa perpisahan personal perumpamaan pesanan poster program promosi puisi pulang kampung quote rahasia raja molen raja ramadhan rencana rumah sakit saudara screenshot sekolah semangat senang seseorang sholat showa sibuk situs skill software sosial sunnah surga syirik tabiat tafsir tawhid tazkiyatunnafs teladan teman temen tetangga thoghut tips tokoh tolong tools & recourses tuduhun tugas uang ujian ulama ulama su unik urusan usaha video wala baro wallpaper waspada web website windows

Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2026

Syaikh Abu Al Amin: kita adalah kaum yang dimuliakan dengan islam



Ketika Cyprus ditaklukkan, penduduknya dipisahkan sehingga sebagian mereka menangis meratapi sebagian yang lain. Aku melihat Abu Darda' duduk sendirian sambil menangis. Maka Jubair bin Nufair berkata kepadanya: “Wahai Abu Darda', apa yang membuatmu menangis pada hari ketika Allah memuliakan Islam dan pemeluknya?”

Abu Darda' menjawab: “Celaka engkau wahai Jubair! Betapa hinanya makhluk di hadapan Allah Azza wa Jalla jika mereka mengabaikan perintah-Nya. Dahulu mereka adalah umat yang kuat dan memiliki kekuasaan, namun ketika mereka meninggalkan perintah Allah, keadaan mereka menjadi seperti yang engkau lihat ini.”

━━━━━━━━━━━━━

“Al-Qur'an al-Karim adalah unsur utama, bahkan dapat saya katakan sebagai satu-satunya unsur yang wajib untuk mengubah umat ini.

Al-Qur'an inilah yang telah mengubah bangsa Arab. Dahulu mereka adalah bangsa yang hina dan rendah, namun melalui Al-Qur'an ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengangkat derajat, kehormatan, dan kemuliaan mereka, sehingga mereka menjadi khaira ummatin ukhrijat linnas (sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia).

Dengan apa? Dengan Al-Qur'an al-Karim.

Bangsa Arab dahulu tidak memiliki nilai-nilai kebaikan sedikit pun. Mereka saling memukul satu sama lain, saling membunuh satu sama lain, saling menumpahkan darah satu sama lain, saling merampas harta satu sama lain, melanggar kehormatan satu sama lain, dan menawan satu sama lain. Mereka adalah umat yang rendah dan hina.

Oleh karena itu, ketika umat ini kembali ke masa jahiliyahnya dan mereka mengumandangkan slogan: 'Satu bangsa Arab yang bersatu, di bawah risalah yang abadi', mereka pun hancur dan kembali menjadi rendah dan hina. Ya, mereka kembali ke masa jahiliyah.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memuliakan umat ini dengan Islam. Maka barangsiapa yang mencari kemuliaan selain dengan Islam, Allah akan menghinakannya. Dan kini mereka menjadi hina dan rendah; semua orang mencabik-cabik daging mereka, melanggar kehormatan mereka, serta menguasai tanah dan kekayaan mereka.

Mengapa demikian? Karena mereka kembali mengagungkan slogan 'Satu Bangsa Arab', menjadi hina dan rendah, serta tidak bernilai sedikit pun. Mereka tidak menginginkan Islam, mereka tidak menginginkan hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka tidak mendapatkan dunia dan tidak pula mendapatkan akhirat; mereka rugi di dunia dan rugi di akhirat.

Sungguh tragis wahai saudara-saudaraku, ini hanyalah sekadar peringatan...”

━━━━━━━━━━━━━

Dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu, beliau berkata:

“Kita adalah kaum yang telah dimuliakan oleh Allah dengan Islam. Maka kapan saja kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, pasti Allah akan menghinakan kita.”

Kamis, 08 Januari 2026

Muslim berhukum dengan syariat

المسلم يتحاكم إلى الشريعة والمشرك يتحاكم إلى القانون الوضعي (الدساتير)

يقول الله عز وجل ﴿ فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴾
[النساء: 65].

دلت الآية الكريمة على أن الإنسان لا يكون مسلماً إلا إذا تحاكم إلى الشريعة الإسلامية دون أن يضيق صدره منها

يقول الله عز وجل ﴿أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا﴾
[النساء: 60]

دلت الآية الكريمة على أن الإنسان إذا تحاكم إلى غير الشريعة الإسلامية يكون كافراً مشركاً قد ضل ضلالاً بعيداً ، كما أنها دلت على تكذيب من يزعم أنه مسلم إذا تحاكم إلى غير الشريعة الإسلامية وبينت أن إيمانه مجرد زعم كاذب.

Jumat, 26 Desember 2025

Minggu, 06 Oktober 2024

Artikel bagus sebenarnya, prakteknya amburadul

Artikel dari situs sebelah. Klik gambar untuk memperjelas.

Dan ini Tafsir As-Sa'di Surah An-Nur:

{48} {وإذا دُعوا إلى الله ورسوله ليحكم بينهم}؛ أي: إذا صار بينَهم وبينَ أحدٍ حكومةٌ ودُعوا إلى [حكم] الله ورسوله، {إذا فريقٌ منهم معرِضونَ}: يريدونَ أحكامَ الجاهليَّة ويفضِّلون أحكام القوانين غير الشرعيَّة على الأحكام الشرعيَّة؛ لعلمِهِم أنَّ الحقَّ عليهم، وأنَّ الشرع لا يحكُم إلاَّ بما يطابِقُ الواقع.

{49} {وإن يكن لهم الحقُّ يأتوا إليه}؛ أي: إلى حكم الشرع {مُذْعِنينَ}: وليس ذلك لأجل أنَّه حكم شرعيٌّ، وإنَّما ذلك لأجل موافقة أهوائهم؛ فليسوا ممدوحينَ في هذه الحال، ولو أتوا إليه مذعنين؛ لأنَّ العبدَ حقيقةً مَن يتَّبع الحقَّ فيما يحبُّ ويكره، وفيما يسرُّه ويحزنُه. وأما الذي يتَّبع الشرع عند موافقة هواه وينبِذُهُ عند مخالفتِهِ، ويقدِّم الهوى على الشرع؛ فليس بعبدٍ على الحقيقة.

Senin, 12 Agustus 2024

Di forum luar milik kuffar, mereka menyebut muslimah ini dengan sebutan ekstrimis karena mendakwahkan Hukum Syariah. Aduhai, tentu saja kuffar menolaknya, bahkan orang-orang yang mengaku Muslim pun enggan atau takut dengan hukum syariah, dan lebih memilih hukum Th.... eh sampai di sini saja ah!

Selasa, 08 Maret 2016

Utsaymin - hukum Allah

Shaykh Ibn ʿUthaymīn said:

“The just ruler: He is the one who is just with his subjects, and there is no justice more correct or more obligatory than ruling them by the sharīʿah of Allāh (سبحانه وتعالى). This is the essence of justice because Allāh says: ‘Indeed, Allāh commands justice.’ (16:90)

So, whoever rules his people with laws other than the sharīʿah of Allāh (سبحانه وتعالى), he has not been just; rather, he is a kāfir, Allāh’s refuge is sought. This is because Allāh says: ‘And those who do not judge by what Allāh has revealed are the disbelievers.’ (5:44)

If this ruler establishes laws that contradict the sharīʿah, and he knows that they contradict the sharīʿah, but he deviates from it and says: ‘I will not leave off the (manmade) law’, then he is a kāfir, even if he prays, gives charity, fasts, performs ḥajj, does dhikr of Allāh (تعالى), and even if he bears witness and testifies to Rasūl Allāh (ﷺ) with the message. He is a kāfir, and he will dwell eternally in the fire of jahannam on the day of judgement.”

(Sharḥ riyāḍ al-ṣāliḥīn, vol 1, p. 442)