Sore menjelang Ashar, menatap ke langit, mendung. Meski begitu outlet 141 tetap saya buka. Berangkat dengan bismillah. Dan menjelang Maghrib, menjelang berbuka, rintik-rintik mulai turun. Alhamdulillāh.
Akhir cerita, ada 3 calon pembeli datang tapi sudah kehabisan.
Sekitar pukul 11 malam, hujan lebat turun 🌧️🌧️🌧️. Muthirnā bi-fadhlillāh, allāhumma shoyyiban nāfi'an. Saya ambil payung, ke toko depan, beli kopi dan cemilan. Alhamdulillāh. Dalam perjalanan, ada trio fussaq sedang merokok dan ngobrolin hal-hal sesuai tabiat mereka 😅.
Alhamdulillāh jualan hari ini habis sebelum Maghrib, masih setengah 6 sore. Saya pulang, sementara gerobak ditinggalkan saja di depan masjid. Bagiti adzan Maghrib dan saya meminum teh hangat, tiba-tiba turun hujan lebat. Saya ke masjid dengan payung yang kemudian rusak karena anginnya kenceng banget. Saya pinjam ke petugas parkir masjid sebuah payung buat ngambil jas hujan di gerobak. Alhamdulillāh sampe rumah, ganti celana yang basah, dan ngopi.
Sekitar jam 10 malam, keluar beli bubur kacang ijo, tapi penjualnya ngasih ketan. Biarlah. Alhamdulillah. Lalu pulangnya ngumpulin enaka cemilan di toko Kuningan. Saat pulang sampai rumah, hujan turun. Betapa.....
Hujan turun, muthirnā bi-fadhlillāh, di tengah-tengah acara. Acara apa? Yang jelas bukan acara yang berisik itu. Semoga Allah ﷻ memberkahi kita.
Selain turunnya hujan yang membuat saya senang, Hasna juga datang dan bermain agak lama di pangkuan saya. Alhamdulillāh. Walaupun bolak-balik minta jajan 😅.
Selepas sholat Ashar, hujan lebat, dan itu tidak menyurutkan niat saya untuk mandi hujan nyari banana di Rengas. Dan alhamdulillāh hujannya awet. Muthirnā bi-fadhlillāh, allāhumma shoyyiban nāfi‘an.
Sampe rumah, ngeteh dulu, ditemani beberapa biskuit. Alhamdulillāh.
Sore ke RMR Center, karena mendung banget, di tengah jalan saya berhenti dan membuka jok untuk mengambil jas hujan sebagai persiapan jiakalau Allāh ﷻ menurunkan hujan. Namun saya kaget karena jas hujan saya kok nggak ada, entah kemana. Ya sudah, berhubung lama nggak hujan-hujanan, maka saya terobos saja air hujan yang turun. Baju basah semua. 😅
Terdengar gemuruh dari lantai 2, senang sekali dan berharap hujan turun. Dan kata seorang yang lewat bilang kalau di luar hujan lebat. Alhamdulillāh. Pengennya keluar tapi badan lagi nggak enak. Muthirnā bi-fadhlillāh.
Hujan. Pagi gerimis, hujan, gerimis, tapi sebentar. Sorenya menjelang Ashar hujan deras, awet sampe malam. Habis Ashar saya pergi sama is3 masih hujan, dan banjir di sekitaran Warung Bongkok. Pulangnya juga masih hujan.
Hujan reda. Ba'da sholat Ashar langsung tancap gas. Nggak jadi pesen mobil karena luamaaaa entah kemana supirnya. Akhirnya naek motor, lalu terjebak macet ada banjir di sekitaran Warung Bongkok, dan saat mendekati Telaga Sakinah, motor pada mogok. Tapi saya melaju dengan selamat, alhamdulillāh.